oleh

Temu Kordinasi Lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Agam

BMC Newss, Agam-Temu kordinasi lingkup dinas pertanian kabupaten Agam, bersinergi untuk kemajuan dalam kebersamaan menuju Agam mandiri, berprestasi yang madani, kegitan temu kordinasi ini dilakukan dalam bentuk silaturahmi bersama pemerintah daerah dan dinas pertanian, kegiatan ini dilaksanakan tepatnya di aula kantor Bapeda kabupaten Agam, yang dilaksanakan hari ini kamis (23/6/22).

Tampak hadir di acara tersebut, Bupati Agam, Andri warman (AWR), Joni sebagai tenaga ahli bupati di bidang pertanian, kepala dinas pertanian kabupaten Agam Ir. Afniwirman, dan dihadiri oleh penyuluh pertanian dan petugas kesehatan hewan di seluruh kecamatan yang ada di lingkungan pemerintahan kabupaten Agam.

Ketika di konfirmasi kepala dinas pertanian kabupaten Agam Ir. Afniwirman, kamis (23/6/22) di ruang kerjanya beliau menyampaikan, tugas dari dinas pertanian adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sektor pertanian melalui peningkatan pendapatan petani, kemudian peningkatan pendapatan para petani bisa di dapatkan dalam bentuk peningkatan semua program dan kegiatan secara maksimal tentu melalui kelembagaan dan pemberdayaan kelompok tani, inilah peran dari para penyuluh kita untuk menjadikan masyarakat petani itu menjadi Tau, Mau, dan Mampu dalam melaksanakan kegiatan usaha tani mereka, baik itu sektor pertanian ketahanan pangan, holtikultura dan perkebunan. kemudian, dalam meningkatkan pendapatan petani itu ada beberapa persoalan yang kita hadapi terutama kita dari sisi pemerintah sudah menyiapkan atau sudah membuat program-program dan bantuan kepada masyarakat, namun sesampainya di masyarakat kadang kala tidak terlaksana sesuai harapan dikarenakan kelembagaan dari kelompok kita yang tidak matang, imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikannya, memang program bantuan itu berawal dari permohonan dari masyarakat melalui kelompok tani, dalam bentuk proposal. namun kami melihat proposal yang diajukan itu belum di pilah oleh petugas kita di bawah apakah proposal itu berdasarkan keinginan atau berdasarkan kebutuhan, pada saat proposal itu berdasarkan keinginan pada saat bantuan turun rata-rata tidak terlaksana dengan baik, kenapa, karena keinginan yang dilakukan itu hanya sekedar melihat orang dapat kita juga ingin dapat. akan tetapi berdasarkan kebutuhan barulah ini yang bermanfaat, kemudian juga perlu di tingkat lapangan, peran penyuluh disana menseleksi adalah kesiapan SDM pada saat kelompok tani mengajukan permohonan apalagi dalam bentuk peralatan atau mesin, itu ada tiga aspek yang perlu kita siapkan,(1) Ketersediaan bahan baku, (2) tempat meletakkan alat nya tersedia apa tidak, jangan jadi persoalan (3) Sumber daya manusia untuk mengoperasionalkan peralatan yang di minta, sekali lagi saya tekankan kepada penyuluh agar benar-benar di seleksi, sebelum mengabulkan permohonan dari para kelompok tani. selain itu, kami juga berharap dan mengajak kelompok tani kita tentu berjiwa besar dalam menerima bantuan, yang saya maksud dengan berjiwa besar adalah kita terlepas dari proses mendapatkan, yang jelas sekarang alat sudah berada di kelompok, berjiwa besar saya maksud apakah ini akan bisa kita manfaatkan sejauh bisa dimanfaatkan silahkan dimanfaatkan, tetapi kalau memang tidak bisa memanfaatkan dengan berbagai keterbatasan saya minta kembalikan, agar bisa kita berikan kepada kelompok yang betul-betul membutuhkan, kepada petugas saya dilapangan penyuluh agar segera di inventarisir bantuan-bantuan yang sudah kita berikan selama ini bagi yang tidak dioperasionalkan secara maksimal tolong di data dan dilaporkan pertama tahapan lakukan pembinaan apa terhadap persoalan nya, setelah dilakukan pembinaan tidak dapat respon dari yang bersangkutan maka lakukan pengalihan terhadap kelompok yang benar-benar membutuhkan, sehingga bantuan pemerintah itu benar-benar bermanfaat. termasuk juga kelompok peternakan yang rata-rata dibantu dengan ternak sapi dan kambing itu banyak juga yang terbengkalai dalam artian pada saat ternaknya datang kendala bermunculan, apa kendalanya rumputnya tidak tersedia, kandang apa kendalanya rumputnya tidak tersedia, kandang nya tidak tersedia jadi persoalan, makanya kedepan saya akan lakukan kegiatan itu secara berkesinambungan, maksudnya ada persiapan dulu, tahun pertama kalau ada kelompok yang mengajukan bantuan ternak pada tahun pertama itu kita siapkan dulu kelengkapan, lahan rumputnya dimana, kandangnya dimana, kelembagaannya bagaimana, baru setelah semuanya sesuai dan cukup tahun depan baru disalurkan ternaknya. kemudian juga, sekarangkan teknologi sudah mulai berkembang untuk ternak kan sudah ada pakan-pakan alternatif melalui permentasi dan sebagainya maka di tahun pertama ini kita siapkan SDM nya untuk pakan-pakan alternatif ini, jadi ketika ternaknya datang tidak kesulitan untuk mendapatkan pakan, tutupnya. (Hari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *